Perjanjian Saragosa

Perjanjian Saragosa

Perjanjian Saragosa - Pada tahun 1521 ketika orang Portugis dan Spanyol bertemu di Maluku, timbul perselisihan antara keduanya. Spanyol dan Portugis saling menuduh, bahwa lawannya melangar isi perjanjian Tordessilas (1494). Perselisihan ini kemudian dapat diakhiri dengan ditandatanganni Perjanjian Saragosa (1529), yang menentukan batas timur antara Wilayah kekuasaan Portugis dan Spanyol yaitu garis meridian yang melalui kepulauan Jailolo.
Perjanjian Saragosa

Sejarah Perjanjian Saragosa

Sejarah Perjanjian Saragosa - Orang Spanyol pertama menemukan Filipina adalah Ferdinad de Magelhaens dalam rangka perjalanan keliling dunia (1519-1521/22). Ia berangkat pada tahun 1519. Magelhaens adalah seorang Portugis yang berada dalam dinas Spanyol. Dalam perjalanannya itu, ia sampai di Cebu (1521). Di sana ia terlibat dalam perselisihan dengan penduduk asli karena ikut campur tangan dalam pertikaian intern di Cebu, ia terbunuh. Perjalanan keliling dunia dilanjutkan oleh Sebastian del Cano. Pada tahun 1522 ia sampai kembali ke tanah airnya.

Walaupun ada Perjanjian Saragosa, Spanyol tetap mengklaim bahwa daerah kepulauan (Filipina sekarang) adalah wilayah kekuasaannya karena merekalah yang pertama kali menemukannya. Mereka berusaha menduduki daerah itu. Pada tahun1542 Ruy Lopez de Villalobos berangkat deri Meksiko untuk menaklukan daerah tersebut. Dialah yang memberikan nama “Philippines‟ sebagai penghormatan kepada Raja Spanyol Philip II.

Hampir di seluruh Asia tenggara, Portugis terlibat peperangan dengan penguasa setempat. Dengan Myanmar dan Arakan pernah terjadi perebutan kekuasaan. Pada abad XVI, seorang Portugis Goncalves Tipao, menyatakan dirinya raja di pulau Sanwich, sebelah timur Gangga, tempat berlangsungnya para perompak Portugis. Keganasan mereka sampai penguasa Benggala, Sayista Khan, menghancurkan serangan perompak tersebut.

Setelah ekspedisi kedua dikirim pada tahun 1562 di bawah pimpinan Miguel Lopez de Legazpi. Berangkat dari Meksiko dengan pasukannya yang kuat. Perang berlangsung antara tahun 1565-1572, perang ini berakhir dengan penaklukan tiga kerajaan Islam yang belum lama didirikan di Manila yaitu raja Sulaiman, raja matada dan raja lakandula. Raja Matarda dan raja Lakandula lebih dulu tunduk kepada Spanyol dan kemudian memeluk agama Kristen, sedangkan raja Sulaiman malawan sampai gugur.

[Coba juga lihat Perjanjian Linggarjati]

Perjanjian Saragosa juga biasa ditulis dengan Perjanjian Saragossa atau disebut dengan Perjanjian Zaragoza yang ditandatangani pada tanggal 22 April 1529, adalah perjanjian antara Spanyol dan Portugis yang menentukan bahwa belahan bumi bagian timur dibagi di antara kedua kerajaan tersebut dengan batas garis bujur yang melalui 297,5 marine leagues atau 17° sebelah timur Kepulauan Maluku.

Perjanjian Saragosa ini merupakan kelanjutan dari Perjanjian Tordesillas yang membagi belahan bumi barat di antara Spanyol dan Portugal dan diprakarsai oleh Paus, yang melihat persaingan perebutan koloni yang dilakukan oleh Portugis dan Spanyol. Oleh karena itu, dibuatlah perjanjian ini. Dalam perjanjian ini dicapai hasil yang lebih rinci dari dua belah pihak, Spanyol dan Portugis. 

Adapun kesepakatan atau hasil Perjanjian Saragosa yang dicapai yakni.
  1. Bumi dibagi atas dua pengaruh, yaitu pengaruh bangsa Spanyol dan Portugis.
  2. Wilayah kekuasaan Spanyol membentang dari Meksiko ke arah barat sampai kepulauan Filipina dan wilayah kekuasaan Portugis membentang dari Brazil ke arah timur sampai kepulauan Maluku. Daerah di sebelah barat garis saragosa adalah penguasaan Portugis. daerah di sebelah selatan timur saragosa adalah penguasaan Spanyol.
Demikian penjelasan mengenai perjanjian saragosa, semoga bermanfaat.

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter
Science Blogs blog search directory Blog Directory & Search engine top sites Top  blogs DMCA.com Protection Status