Penemu Proton dan Proses Penemuan Proton

Penemu Proton dan Proses Penemuan Proton

Penemu proton untuk pertama kalinya adalah seorang Fisikawan asal Jerman. Nama penemu proton ini adalah Eugen Goldstein, dan ia lahir pada tanggal 5 September tahun 1850. Seperti dijelaskan tadi bahwa Ia merupakan seorang fisikawan berkebangsaan Jerman. Ia adalah penemu dari sinar anode, dan juga disebut sebagai Penemu Proton.
Penemu Proton
Penemu Proton
Goldstein lahir pada tahun 1850 di kota Gleiwitz, yang kini dikenal sebagai Gliwice, Polandia. Ia belajar di Breslau dan nantinya di Helmholtz, di Berlin. Goldstein bekerja di Observatorium Berlin dari tahun 1878 hingga 1890, tetapi kebanyakan menghabiskan kariernya di Observatorium Potsdam, dimana ia menjadi ketua di bagian astrofisika pada tahun 1927. Ia meninggal pada tahun 1930 dan dikubur di Pemakaman Wei├čensee, Berlin.

Dalam fisika, proton adalah partikel subatomik dengan muatan positif sebesar 1,6 × 10−19 coulomb dan massa 938 MeV (1,6726231 × 10-27 kg, atau sekitar 1.836 kali massa sebuah elektron). Jumlah proton penting untuk menunjukkan nomor atom, karena untuk unsur, nomor atom sama dengan jumlah proton itu dalam inti.

Sebagai contoh, nomor atom natrium adalah 11; Oleh karena itu, natrium memiliki sebelas elektron dalam inti. Proton memiliki muatan +1, dan massanya 1,6726 × 10-27 kg. Proton dikatakan terdiri dari tiga quark, dua quark naik dan satu quark turun. Unsur yang paling sederhana, hidrogen hanya memiliki satu proton. Ketika atom hidrogen melepaskan elektron, membentuk ion H+, yang memiliki proton. Oleh karena itu, dalam kimia, istilah “proton” digunakan untuk menyebut ion H+. H + adalah penting dalam reaksi asam basa dan, ini adalah spesies yang sangat reaktif. Ada lebih dari satu proton dalam semua unsur lain kecuali hidrogen. Biasanya dalam atom netral, jumlah elektron bermuatan negatif dan jumlah proton bermuatan positif sama.

Suatu atom biasanya terdiri dari sejumlah proton dan neutron yang berada di bagian inti (tengah) atom, dan sejumlah elektron yang mengelilingi inti tersebut. Dalam atom bermuatan netral, banyaknya proton akan sama dengan jumlah elektronnya. Banyaknya proton di bagian inti biasanya akan menentukan sifat kimia suatu atom. Inti atom sering dikenal juga dengan istilah nukleus atau nukleon (nucleon), dan reaksi yang terjadi atau berkaitan dengan inti atom ini disebut reaksi nuklir.

Proses Penemuan Proton oleh Eugen Goldstein ( Penemu Proton )

Keberadaan proton dibuktikan melalui percobaan tabung Crookes yang dimodifikasi. Tabung Crookes diisi gas hidrogen dengan tekanan rendah. Percobaan ini dikembangkan oleh Eugen Goldstein. Jika tabung Crookes dihubungkan dengan sumber arus listrik di bagian belakang katode yang dilubangi maka akan terbentuk berkas sinar. Goldstein menamakan sinar itu sebagai sinar terusan. Oleh karena sinar terusan bergerak menuju katode maka disimpulkan bahwa sinar terusan bermuatan positif.

Menurut Goldstein si penemu proton ini, bahwa sinar terusan tiada lain adalah ion hidrogen. Ion ini terbentuk akibat gas hidrogen bertumbukan dengan sinar katode. Oleh karena ion hidrogen hanya mengandung satu proton maka disimpulkan bahwa sinar positif adalah proton. Penggantian gas hidrogen oleh gas lain selalu dihasilkan sinar yang sama dengan sinar terusan yang dihasilkan oleh gas hidrogen.

Hal ini dapat membuktikan bahwa setiap materi mengandung proton sebagai salah satu partikel penyusunnya. Pada tabung sinar katode yang dimodifikasi, sinar katode mengionisasi gas dalam tabung yang mengakibatkan gas dalam tabung bermuatan positif. Gas yang bermuatan positif ini bergerak menuju katode, sebagian dapat melewati celah katode dan menumbuk dinding tabung.

Demikian penjelasan singkat mengenai Penemu Proton dan Proses Penemuan Proton, semoga bermanfaat.

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter
Science Blogs blog search directory Blog Directory & Search engine top sites Top  blogs DMCA.com Protection Status