Penemu Jam dan Jenis Jam Kuno

Penemu Jam dan Jenis Jam Kuno

Penemu Jam pertama kali disebut-sebut berasal dari Timur Tengah. Ilmuwan yang bergelar pemimpin para insinyur Muslim itu telah berjasa sebagai penemu jam air. Sejatinya, ia bernama Abu al-’Iz Ibn Isma’il ibn al-Razaz al-Jazari (1136-1206). Ia biasa dipanggil al-Jazari. Dunia mengenalnya sebagai salah seorang sarjana, penemu, insinyur mekanik, pemahat, seniman, dan seorang astronom. Karyanya yang paling terkenal Kitab fí ma’rifat al-hiyal al-handasiyya (Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices) tahun 1206 M. Dalam kitab itu, al-Jazari menjelaskan sekitar 50 alat mekanik ciptaannya.
Jam Air
Sejatinya, dia bernama Ala al-Din Abu’l-Hasan Ali Ibn Ibrahim Ibnu al-Shatir (1304-1375). Al-Shatir begitu ia biasa disebut. Al-Shatir merupakan astronom Muslim yang juga seorang ahli matematika. Karyanya yang paling terkenal dalam astronomi adalah Kitab Nihayat al-Sul Fi Tashih al-Usul.Dalam buku itu, ia merombak habis Teori Geosentris yang dicetuskan Ptolemeus. Secara matematis, al-Shatir memperkenalkan adanya epicycle yang rumit (sistem lingkaran dalam lingkaran). Al-Shatir mencoba menjelaskan bagaimana gerak merkurius jika bumi menjadi pusat alam semestanya dan merkurius bergerak mengitari bumi.

Penemu Jam yang merupakan Ahli astronomi Islam ini di era kekhalifahan juga telah berhasil menciptakan jam dengan berpatokan pada astronomi. “Misalnya, jam astrolabe. Sekitar abad ke-10, al-Sufi menjelaskan seribu kegunaan astrolab, termasuk pengatur waktu, terutama untuk waktu-waktu shalat dan Ramadhan,” jelas Dr Emily Winterburn dalam karyanya Using an Astrolabe.

Jenis jam Kuno yang pernah ada dan sampai sekarang masih ada yang bertahan – Penemu Jam

Jam Bayang-Bayang
Perubahan panjang dan arah bayang-bayang pohon kayu, batun karang, dan bukit-bukit memberi ilham bagi orang untuk memancangkan sebuah tongkat ke dalam tanah dan membuat bagian-bagian di tanah yang memungkinkan gerak bayang-bayang itu dapat diikuti lebih mudah. Inilah jam bayang-bayang yang paling mula-mula sekali.

Yang paling pertama kali diketahui, sampai kini masih dapat dilihat di sebuah museum di Berlin. Banyak orang percaya bahwa jam itu dibuat kira-kira 3000 tahun yang lalu oleh penemu jam. Kemudian, jam bayang-bayang ini hanya merupakan hiasan saja lagi karena kegunaannya makin berkurang.

Jam Bintang
Di langit sebelah utara beberapa gugus bintang (dinamakan konstellasi)dapat diamati sepanjang tahun pada amlam hari di kala langit cerah. Salah satu diantaranya adalah gugus yang berbentuk huruf W yang dinamakan Cassiopeia (juga dinamakan “The Lady in the chair”) dan yang lainnya adalah yang dinamakan si Beruang Kecil (The little Bear). Gugus bintang Circumpolar (bintang-bintang yang mengelilingi kutub) ini m engelilingi langit sebelah utara sekali sehari.

Gugus bintang Circumpolar yang paling cemerlang dan terbesar adalah “The Plough” yang juga kadang-kadang disebut “The Big Dipper”. Karena bintang-bintang ini beredar mengelilingi bintang kutub (Pole Star) seperti jarum jam mengelilingi permukaannya, mereka dapat digunakan sebagai penunjuk waktu. Sebuah jam bintang, atau dinamakan Nocturnal, dapat dengan mudah dibuat untuk penunjuk waktu dengan mempelajari bintang-bintang The Plough.

Jam Air
Jam air pertama kali barangkali sama dengan jam baying-bayang tuanya, dan salah satu diantaranya yang ditemukan di Mesir di tahun 1904 berasal dari tahun 1400 SM. Klepsidra (yaitu pengukur waktu yang berasal dari bahasa Yunani dengan arti “pencuri air”) yang paling sederhana terdiri dari sebuah mangkuk dari mana air menetes perlahan melalui sebuah lubang mangkuk dari mana air menetes perlahan melalui sebuah lubang kecil, dan waktu dapat dilihat dengan turunnya permukaan air yang ditandai di atas permukaan sebelah dalam dari mangkuk itu, pada sebagian besar mangkuk ini lubang itu dibor melalui sebuah mutiara yang dipasang pas didalamnya.

Jam Pasir
Tetesan pasir dari sebuah lubang kecil pada mangkuk atau tempat lainnya secara jelas dapat digunakan untuk mengukur waktu seperti halnya dengan tetesan air yang teratur. Karena itu tidaklah mengherankan, jam pasir sudah di pergukan selama berabad-abad. Sebuah jam pasir yang sudah sangat tua sudah sangat tua terdapat di majelis rendah di Westminster yang mengukur waktu dua menit untuk membunyikan bel guna memanggil anggota-anggota majelis itu untuk memungut suara. Pasir mudah di peroleh hamper di semua tempat dan berbeda dengan air, pasr tidak membeku dalam udara dingin.

Gelas-gelas pasir pengukir waktu yang kira-kira 1.200 tahun yang lalu mulai di gunakan, sangat sedikit mengalami perubahan bentuk. Untuk menjaga agar pasir tetap sempurna keringnya, pasir itu di letakkan dalam sebuah tempat dari kaca yang rapat tak tembus oleh air, yamg menyempit pada bagian tengahnya. Tempat pasir itu dipasang didalam suatu rak yang dapat dibalik- balikan. Atau tempat pasir saja yang dibolk- balikkan letaknya, sehingga pasir mengalir turun terus-menerus.

Jam Api (Lilin dan Lampu)
Nyala api yang teratur dari sebuah lilin atau lampu telah memberi satu ide lainnya untuk mengukur waktu yang sedang berlalu. Jam api di gunakn oleh orang cina berabad- abad yang lalu, menurut catatan orang- orang yang berpergian sampai Timur pada pertengahan abd ke- 19.

Menurut cerita orang jam lilin yang pertama diprergunakan poleh Raja Alfred yang Agung, seribu tahun yang lalu. Beberapa jam lilin hanya mempunyai garis- garis yang dibuat sepanjang lilin itu untuk menunjukkan berapa garis yang sudah terbakar. Ada juga yang terdiri yang lilin beberapa warna dengan maksud yang sama. Semua jam api mempunyai satu kekurangan basar yaitu: hembusan angin dapat mwngacaukan kecepatan dapat mengacaukan kecepatan daya baker sumbu- sumbu lampu atau lilin itu.

Demikian sekilas mengenai Penemu Jam dan jenis jam kuno yang masih bertahan samapi sekarang, semoga bermanfaat.

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter
Science Blogs blog search directory Blog Directory & Search engine top sites Top  blogs DMCA.com Protection Status