Asal Usul dan Sejarah Garam Dapur

Asal Usul Garam Dapur - Garam dapur merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan ini. Berbagai manfaat dan fungsi dari garam dapur, salah satunya sebagai bahan tambah terhadap masakan yang memberikan cita rasa makanan serta kadang dijadikan sebagai bahan pengawet alami. Dari segi bentuk, garam dapur sendiri memiliki tekstur yang beragam pula, ada yang berbentuk butiran kasar, sedang, serta butiran-butiran yang lebih halus lagi. Dalam kimia, garam merupakan senyawa netral dengan pH sekitar 7 yang terdiri atas ion-ion.
Asal Usul Garam Dapur
Pembuatan Garam Dapur

Asal Usul Garam Dapur

Bercerita tentang asal usul dari garam dapur, dari sumber yang kami peroleh bahwa garam dapur berasal dari air laut yang merupakan sumber berlimpah garam dapur dengan kandungannya yang mencapai 35 bagian per seribu. Sodium klorida merupakan unsur terbesar dari garam, lebih dari 77%. Garam yang lainnya mengandung magnesium klorida, magnesium sulfat, kalsium sulfat, potasium klorida, dan sedikit magnesium bromida serta kalsium karbonat. Secara fisik, sodium klorida merupakan kristal berbentuk kubus, bisa tanpa warna, transparan, ataupun berkilau.

Tak heran kalau cara paling gampang memperoleh garam adalah dengan menguapkan air laut. Untuk itu diperlukan suatu kelembaban yang rendah dan sinar matahari yang cukup. Air laut yang telah diuapkan disalurkan kedalam tiga atau empat panci pengkristal yang konsentrasinya secara perlahan dinaikkan. Garam yang mengkristal di setiap panci dikumpulkan, dicuci dengan larutan air garam jenuh, dicuci ulang dengan air tawar, dikeringkan, lalu siap dilempar ke pasar. Metode ini masih digunakan di banyak penjuru dunia (termasuk AS, Afrika, dan India) dan menyumbangkan 10% dari pasokan garam yang dibuat. 

Namun, sumber garam bukan di laut saja. Garam juga muncul secara alamiah dalam bentuk kristal padat dari unsur-unsur halite, atau bongkahan garam, yang terbentuk dari penguapan lautan berusia sangat tua. 
Lihat juga: Asal Usul Minyak Bumi.

Sejarah Garam Dapur

Jauh sebelum menjadi penghuni dapur, derajat garam dulu amat tinggi. Ia punya hubungan khusus dengan adat istiadat. Menurut adat di berbagai belahan dunia, para tamu yang memasuki rumah akan diberi roti dan garam. Bahkan, pengantin baru dihidangi anggur, roti, dan garam. Karena dianggap tinggi nilainya, garam sempat dijadikan mata uang. Kata salary berasal dari bahasa Latin salarium, yang merujuk pada pembayaran yang dilakukan para serdadu Romawi untuk membeli garam. 

Sampai akhirnya, di Afrika Tengah, garam menjadi teman nasi yang lumayan mewah. Garam yang diperkenalkan oleh bangsa Eropa ini mengandung unsur ion-ion sodium dan klorida yang merupakan zat gizi penting, menjadikan garam salah satu zat paling pokok bagi manusia. Selain itu, rasa asinnya, adalah salah satu dari keempat rasa dasar. Karena fungsinya sebagai bahan pengawet dan penyedap rasa, maka garam juga menjadi sumber mineral cukup berharga.

Dalam sumber lain juga dijelaskan tentang sejarah garam. Garam laut disebutkan dalam naskah umat Buddha, Vinaya Pitaka yang ditulis pada abad ke 5 SM. Prinsip produksi garam dapur adalah menguapkan air laut. Di daerah yang hangat dan kering, proses ini dapat dilakukan sepenuhnya dengan mengandalkan cahaya matahari. Di kawasan yang lebih dingin, bahan bakar tambahan diperlukan.
Sejarah Garam Dapur
Tambak Garam
Pada masa lalu, tambak garam dibangun di kawasan di mana pantai mudah dibentuk, tenaga kerja yang murah, dan dekat dengan aktivitas ekonomi yang membutuhkan garam (misal pembuatan keju dan pengawetan daging). Sehingga tambak garam terintegrasi dengan kawasan peternakan. Pantai yang dibentuk menjadi tambak garam akan menyuplai air laut ketika pasang. Tidak jarang tambak dialasi permukaan yang keras seperti keramik untuk mempermudah pengumpulan garam.

Di kawasan Sichuan, China, pembuatan garam tradisional dilakukan dengan merebus air garam di pot-pot besar yang terbuat dari tanah liat dan di bawahnya terdapat rongga tempat dibakarnya gambut atau kayu bakar.

Garam laut tidak selalu dihasilkan dari laut karena beberapa negara seperti Amerika Serikat tetap memberi label "garam laut" selama tingkat kemurniannya sesuai dengan yang disyaratkan. Sehingga garam tambang yang dicampur mineral lainnya dapat disebut dengan garam laut menurut ketentuan ini.

Selain digunakan sebagai penyedap rasa dan pengawet, garam juga dipakai untuk memproses acar dan keju serta untuk mengawetkan ikan dan produk daging. Kulit binatang diproses dengan garam sebelum dibuat menjadi bahan kulit. Garam pun tak bisa dilepaskan dari pembuatan bahan-bahan kimia seperti asam hidroklorida, sodium hidroksida, dan sodium bikarbonat. Dalam proses industrial ia juga berfungsi sebagai bahan mentah. Air garam banyak digunakan dalam proses refrigerasi dan pendinginan. 

Dalam proses pendinginan, 36 g garam yang dilarutkan kedalam 100 gram air bersuhu 15,5 oC, maka suhu larutan yang dihasilkannya kurang lebih akan tereduksi 3,3 oC sampai 5,5 oC. Karena bersifat higroskopis, dalam kondisi normal garam akan menyerap air dari atmosfir. Inilah sebabnya mengapa garam mudah larut dalam air. 

Selain itu, masih ada fungsi garam di negeri yang memiliki empat musim yaitu garam sering ditebarkan di jalanan pada musim dingin untuk mencairkan es dan salju. Begitu banyak fungsi garam. Tapi, Anda penderita hipertensi, jauhilah garam.

Nach demikian sekilas mengenai asal usul dan sejarah garam dapur yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini. Ulasan di atas kami peroleh dari berbagai sumber yang relevan. Olehnya itu kami berharap saran dari sahabat jika terdapat kekeliruan. Dan semoga ulasan di atas bermanfaat bagi kita semua.

Referensi: [Asal Usul Blogspot Indonesia, dan Wikipedia Indonesia]

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter

0 Response to "Asal Usul dan Sejarah Garam Dapur"

Posting Komentar